MAKALAH USAHA RUMAH MAKAN BEBEK SETAN
Kelompok
1: Annisa Gunansyah 11214369
Devi Permatasari 12214828
Katlina Supardi 15214798
Melisa Dwi S 16214575
Nuraini 18214195
Kelas : 3EA36
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN MANAJEMEN
NAMA : Melisa Dwi
Sukowati
NPM :
16214575
KELAS :
3EA36
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam suatu perusahaan
pasti memiliki budaya organisasi yang beragam. Berbeda organisasi berbeda
budayanya, karena para pendiri organisasi memiliki pandangan hidup yang berbeda
mengenai eksistensi organisasi dan suatu organisasi hidup dalam suatu tempat
dan waktu tertentu. Di samping memiliki budaya, organisasi memiliki etika,
moral, struktur, dan tanggung jawab. Dengan itu, dalam memulai usaha dalam
bidang apapun suatu perusahaan harus memiliki budaya organisasi yang baik.
Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan
macam-macam aneka ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang
murah hingga sampai yang mahal.
Dalam kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh
setiap orang. Dengan aktivitas yang semakin padat, membuat banyak orang
membutuhkan asupan makanan tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Makanan-makanan yang tersedia dipasaran saat ini memang sudah beragam, tetapi
umumnya makanan tersebut bukanlah makanan khas Indonesia, serta harga yang
ditawarkan juga kebanyakan terlalu mahal.
Salah satu makanan yang
cukup sederhana, tetapi sangat cocok menjadi makanan konsumsi untuk siang,
sore, maupun malam hari, dan sekaligus merupakan makanan yang juga cukup
istimewa adalah "Bebek Setan".
Dengan pembuatan Bebek Setan yang dilakukan dengan
cara yang sangat sederhana, tetapi lebih higenis, serta akan dijual dengan
harga yang sangat terjangkau, maka tentunya hal ini akan menarik minat
masyarakat untuk membelinya.
Keberadaan Bebek Setan sebagai salah satu
makanan dengan rasa yang enak, pedas, nikmat, dan juga lezat memang telah dikenal
dari kebanyakan orang, sehingga usaha ini memang layak dikembangkan menjadi
salah satu usaha kuliner di Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PROFIL PERUSAHAAN
I.
Deskripsi Umum
Perusahaan
Nama perusahaan : BEBEK SETAN
Tahun Berdiri : 2010
Alamat
Perusahaan : Ruko Sentra Niaga, Jalan
Boulevard Hijau Raya, Pejuang
Medan Satria, Kota Bekasi
Kegiatan
Operasional : 11.00 – 21.00
Jenis Perusahaan : Kuliner
Jumlah Karyawan : 10 Karyawan
Produk : Bebek, Ayam, Burung Puyuh
No. Telepon : 0815-4681-4843
II.
Riwayat Perusahaan
Bebek
Setan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan
(bebek, ayam, puyuh) yang dibentuk pada tahun 2010 oleh Ibu Yani sebagai
pemilik di kawasan Harapan Indah Bekasi. Lalu pada tahun 2015 Ibu Yani membuka
cabang ke-dua yang berlokasikan di Jalan Nangka Raya, Kranji, Bekasi Barat.
III.
Visi dan Misi
Perusahaan
1. VISI
Dengan
berlandaskan iman dan takwa BEBEK SETAN menjadi salah satu perusahaan yang
paling maju, produktif, dan berkompetitif di Indonesia.
2. MISI
a. Menciptakan
tenaga kerja yang ahli dan kompeten serta memiliki imtaq dan iptek yang kuat.
b. Memuaskan
konsumen.
c. Menjadi
perusahaan yang terdepan dibidangnya.
d. Memperluas
lapangan kerja untuk memakmurkan mahasiswa dan masyarakat sekitar tempat
produksi pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
IV.
Struktur Organisasi
V.
Lingkup kegiatan
Perusahaan
Rumah
Makan BEBEK SETAN mulai beroperasi dari jam 11.00 – 21.00 WIB. Buka setiap hari
dan dilakukan briefing dua kali, yaitu pada jam 10.00 dan 22.00 WIB yang
dipimpin oleh supervisor dan melaporkan aktifitas yang terjadi dan
mempersiapkan aktifitas berikutnya kepada pimpinan.
Untuk
mendukung pelayanan yang berkualitas, perusahaan melakukan pengelolaan terhadap
karyawan dengan menempatkan posisi jabatan sesuai dengan keahliannya. Setiap
karyawan memiliki gaji pokok yang berbeda-beda sesuai dengan jenis jabatan dan
pekerjaannya. Akan tetapi pada dasarnya para karyawan mendapatkan insentif yang
sama yaitu gaji, bonus jika target perusahaan tercapai dan THR (Tunjangan Hari
Raya). Pengelolaan terhadap karyawan terus dilakukan oleh perusahaan dengan
upaya untuk bias menciptakan pelayanan yang berkualitas.
2.2
LINGKUNGAN
INDUSTRI
Di Bekasi jenis usaha dibidang makanan
meniliki peluang yang menjanjikan, karena makanan adalah kebutuhan primer
manusia, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah tenaga kerja sekitar kurang
lebih 500 orang dan penduduk disekitarnya. Oleh Karena itu kami bertekad
mengembangkan usaha makanan ini Karena ditunjang dari banyaknya peluang dalam
mengembangkan jenis usaha ini.
2.3
PASAR
YANG DITUJU
Jika melihat kompetitor-kompetitor yang
bergerak dibidang usaha yang sama, memang sudah cukup banyak. Tetapi, kami
menyiasatinya dengan inovasi berbeda dari produk-produk sejenis yang sudah ada.
Yaitu, dengan inovasi rasa yang sangat pedas, harga yang ekonomis, dan yang
paling penting sehat dan higenis. Dengan ini, kami yakin produk yang kami
miliki mampu bersaing dan laku dipasaran. Sasaran usaha ini adalah masyarakat
di daerah sekitar Bekasi baik kalangan pekerja, mahasiswa, pelajar maupun
masyarakat umum.
2.4
PESAING
Rumah
makan BEBEK SETAN memiliki beberapa ancaman dalam hal pesaing, diantaranya :
1. Munculnya
berbagai rumah makan dengan nama yang lebih menarik dan makanan yang unik. Itu
merupakan pesaing rumah makan ini, karena konsumen bias jadi memilih produk
lain karena nama yang membuat konsumen penasaran dan suka.
2. Ada
rumah makan lain yang menciptakan menu makanan yang serupa dengan menu rumah
makan kami dan memberikan harga yang lebih murah dari rumah makan kami.
3. Kejenuhan,
kebosanan terhadap produk kami dapat membuat rumah makan kami menjadi sepi
pelanggan.
4. Munculnya
rumah makan yang memakai bahan utama bebek tetapi dengan menggunakan rasa menu
yang lebih bermacam-macam.
2.5
KEUANGAN
Perhitungan
omzet per hari
Omzet
satu hari 160 porsi bebek @ Rp. 24.000 Rp.
3. 840.000
Omzet
satu hari 105 porsi ayam @ Rp. 19.000 Rp.
1. 995.000
Omzet
satu hari 35 porsi burung puyuh @ Rp. 18.000 Rp. 630.000
+
Rp.
6. 465.000
Biaya
operasional per hari Rp.
4. 750.000 -
Keuntungan
per hari Rp. 1. 715.000
Perhitungan
omzet per bulan
Omzet
satu hari 160 porsi bebek @ Rp. 24.000 Rp.
115.200.000
Omzet
satu hari 105 porsi ayam @ Rp. 19.000 Rp. 59.850.000
Omzet
satu hari 35 porsi burung puyuh @ Rp. 18.000 Rp.
18.900.000 +
Rp.
193.950.000
Biaya
operasional per bulan Rp.
142.500.000 -
Keuntungan
per bulan Rp. 51.450.000
2.6
BUDAYA
ORGANISASI
Menurut Gareth R. Jones dalam buku
Pengantar Bisnis Moder Abad 21 (Darsono: 2016 hal 174) Budaya Organisasi adalah
suatu bentuk acuan interaksi para anggota organisasi dan bentuk acuan interaksi
dengan pihak luar. Bentuk acuan itu adalah nilai, norma-norma, dan aturan-aturan
sebagai dasar para anggota untuk berfikir dan berperilaku. Hakikatnya budaya
organisasi adalah alat untuk menafsirkan dan mereaksi kondisi objektif, dan
budaya organisasi dapat dijadikan sumber tenaga keunggulan kompetitif.
Dalam rumah makan BEBEK SETAN budaya
organisasi dapat terlihat dari peraturan-peraturan yang telah ditetapkan di
tempat ini, diantaranya sebagai berikut :
·
Para karyawan harus
menggunakan seragam yang telah disediakan.
·
Kedisiplinan untuk para
karyawan agar tidak datang terlambat.
·
Sopan dan ramah dalam
berperilaku terhadap konsumen.
·
Mengharuskan para
karyawan agar taat beribadah walaupun dalam jam bekerja.
·
Jujur dalam melayani
konsumen.
·
Para karyawan harus
selalu menjaga kerapihan dan kebersihan di lingkungan kerja.
·
Responsive dalam menghadapi
para konsumen.
2.7
Kendala
mewujudkan kinerja bisnis
Pencapaian tujuan etika bisnis masih berhadapan
dengan beberapa masalah dan kendala. Beberapa kendala tersebut yaitu :
1. Standar
moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah.
Banyak diantara
pelaku bisnis yang lebih suka menempuh jalan pintas, bahkan menghalalkan segala
cara untuk memperoleh keuntungan dengan mengabaikan etika bisnis, seperti
memalsukan campuran, timbangan, ukuran, menjual barang yang kadaluarsa, dan
memanipulasi laporan keuangan.
2. Banyak
perusahaan yang mengalami konflik kepentingan.
Konflik
kepentingan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian antara nilai pribadi yang
dianutnya atau antara peraturan yang berlaku dengan tujuan yang hendak
dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi yang dianutnya dengan praktik
bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan lainnya, atau antara
kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat. Orang-orang yang kurang
teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal karena mereka mengejar tujuan
dengan mengabaikan peraturan.
3. Lemahnya
penegakan hukum.
Banyak orang
yang sudah divonis bersalah di pengadilan bias bebas berkeliaran dan tetap
memangku jabatannya di pemerintahan. Kondisi ini mempersulit upaya untuk
memotivasi pelaku bisnis menegakkan norma-norma etika.
2.8
Rumah
Makan Bebek Setan
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Bebek
setan merupakan salah satu kuliner yang dikenal luas masyarakat khususnya
Bekasi dan mereka merupakan salah satu rumah makan bebek yang ramai di Bekasi.
Bebek setan sendiri mengajak pelanggan untuk tidak hanya dating sekali atau dua
kali, namun mereka datang berkali-kali dan itu terbukti dengan banyaknya
pelanggan merasa puas untuk datang ke rumah makan ini.
Faktor-faktor
yang terpenting mengapa para konsumen memilih makan di bebek setan dari pada
tempat yang lain adalah karena rasa dari bebek setan ini sangat pedas dan enak
dengan harga yang ekonomis. Serta pelayanan yang responsive dan ramah sehingga
membuat konsumen merasa puas dan tertarik untuk selalu datang ke rumah makan
ini.
BAB IV
DAFTAR PUSTAKA
Darsono
Prawironegoro. 2016. Pengantar Bisnis
Modern abad 21. Jakarta: Mitrawacana Media.
Kreitner, Robert,
Angelo Kinicki. 2005. Perilaku Organisasi. Jakarta
: Salemba Empat.