Jumat, 28 April 2017

Tugas Etika Bisnis 3



Nama   : Melisa Dwi Sukowati
Kelas   : 3EA36
NPM   : 16214575

Komentar Makalah Kelompok 2
          Menurut opini saya tentang Usaha Tahu Tanah Merdeka yang dikaitkan  dengan Pelanggaran Pelaku Bisnis. Terjadinya polusi atau pencemaran lingkungan umumnya terjadi akibat kemajuan teknologi dalam usaha meningkatkan kesejahteraan hidup. Misalnya pencemaran air, udara, dan tanah akan menyebabkan merosotnya kualitas air tanah dan udara. Usaha Tahu Tanah Merdeka harus secara matang berfikir bagaimana mengolah limbah yang akan mencemari lingkungan sekitar dikarenakan dari ampas tahu itu sendiri menghasilkan bau tidak sedap yang akan mengganggu dan membuat tidak nyaman lingkungan sekitar usaha tahu tersebut. Contohnya seperti perusahaan unilever yang mengunakan teknolgi canggih yang tidak mencemarkan lingkungan baik udara ataupun air, sehingga masyarakat sekitar tidak merasa terganggu.

Komentar Makalah Kelompok 6
Menurut opini saya tentang Usaha Coffee Darwis dan Ropang yang membahas tentang Pasar Komperatif dan Pasar Global. Gaya hidup masyarakat sekarang sudah semakin modern sehingga aktifitas-aktifitas bisa dilakukan di rumah, di kantor dan di kampus, tetapi masyarakat zaman sekarang lebih memilih berkumpul di Cafe, karena menurut mereka lebih banyak inspirasi atau merasa lebih nyaman untuk mengerjakan tugas ataupun hanya sekedar berkumpul dengan sahabat atau patner kerja. Sehinga disitu lah pasar komperatif muncul karena banyaknya persaingan di dalam pasar persaingan sempurna. Oleh sebab itu, Coffee Darwis dan Ropang harus benar-benar bisa mempersiapkan cafenya agar bisa diterima di masyarakat dan bisa menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Coffee Darwis dan Ropang.


Komentar Makalah Kelompok 9
Menurut opini saya tentang Usaha Ayam Lepas yang dikaitkan dengan Stakeholder. Stakeholder adalah kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh suatu pencapaian tujuan tertentu. Setiap perusahaan harus mempersiapkan stakeholder agar perusahaan tersebut berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan karena para profesional yang mengelola bisnis tersebut tidak memiliki integritas dan niat baik pada stakeholder secara keseluruhan. Pada dasarnya setiap stakeholder memiliki kebutuhan yang berbeda kecuali dalam hal pelayanan, dimana semua stakeholder memliki kebutuhan yang sama, yaitu mengharapkan mereka dilayani secara jujur, terbuka, penuh tanggung jawab, wajar, berkualitas, dan adil. Para pengelola bisnis seharusnya bersikap profesional untuk memberikan yang terbaik demi kepentingan para stakeholder. Seorang pendiri usaha pasti bermaksud untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal ini sangat tergantung dari loyalitas stakeholder kepada perusahaan. Perusahaan masih mendefinisikan CSR secara beragam. Namun, secara esensi CSR memiliki makna bahwa perusahaan harus bertanggung jawab kepada stakeholder.

Komentar Makalah Kelompok 8
Menurut opini saya tentang Usaha Zhiliang yang dikaitkan dengan GCG (Good Corporate Governance). GCG pada dasarnya merupakan suatu sistem (input, proses, output) dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang berkepentingan (stackholder) terutama dalam arti sempit hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris, dan dewan direksi demi tercapainya tujuan perusahaan. Good orporate Gorvernance dimasukkan untuk mengatur hubungan-hubungan ini dan mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan signifikan dalam strategi perusahaan dan untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dengan segera.

Sabtu, 22 April 2017

Tugas Usaha Rumah Makan Bebek Setan - Tugas Softskill 2



MAKALAH USAHA RUMAH MAKAN BEBEK SETAN





Kelompok 1:      Annisa Gunansyah                11214369
                             Devi Permatasari                   12214828
                             Katlina Supardi                     15214798
                             Melisa Dwi S                         16214575
                             Nuraini                                   18214195

Kelas          :       3EA36      



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN


NAMA            :  Melisa Dwi Sukowati

NPM           :  16214575 KELAS        :  3EA36

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
            Di dalam suatu perusahaan pasti memiliki budaya organisasi yang beragam. Berbeda organisasi berbeda budayanya, karena para pendiri organisasi memiliki pandangan hidup yang berbeda mengenai eksistensi organisasi dan suatu organisasi hidup dalam suatu tempat dan waktu tertentu. Di samping memiliki budaya, organisasi memiliki etika, moral, struktur, dan tanggung jawab. Dengan itu, dalam memulai usaha dalam bidang apapun suatu perusahaan harus memiliki budaya organisasi yang baik.
Dalam suatu pemasaran banyak sekali bentuk dan macam-macam aneka ragam makanan dari yang kecil hingga yang besar dan dari yang murah hingga sampai yang mahal.
Dalam kebutuhan sehari-hari banyak sekali aktivitas yang dijalani oleh setiap orang. Dengan aktivitas yang semakin padat, membuat banyak orang membutuhkan asupan makanan tambahan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Makanan-makanan yang tersedia dipasaran saat ini memang sudah beragam, tetapi umumnya makanan tersebut bukanlah makanan khas Indonesia, serta harga yang ditawarkan juga kebanyakan terlalu mahal.
            Salah satu makanan yang cukup sederhana, tetapi sangat cocok menjadi makanan konsumsi untuk siang, sore, maupun malam hari, dan sekaligus merupakan makanan yang juga cukup istimewa adalah "Bebek Setan".
            Dengan pembuatan Bebek Setan yang dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, tetapi lebih higenis, serta akan dijual dengan harga yang sangat terjangkau, maka tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat untuk membelinya.
            Keberadaan Bebek Setan sebagai salah satu makanan dengan rasa yang enak, pedas,  nikmat, dan juga lezat memang telah dikenal dari kebanyakan orang, sehingga usaha ini memang layak dikembangkan menjadi salah satu usaha kuliner di Indonesia.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PROFIL PERUSAHAAN
                               I.            Deskripsi Umum Perusahaan 
Nama perusahaan        : BEBEK SETAN
Tahun Berdiri              : 2010
Alamat Perusahaan     : Ruko Sentra Niaga, Jalan Boulevard Hijau Raya, Pejuang           
                                      Medan Satria, Kota Bekasi
Kegiatan Operasional  : 11.00 – 21.00
Jenis Perusahaan         : Kuliner
Jumlah Karyawan       : 10 Karyawan
Produk                        : Bebek, Ayam, Burung Puyuh
No. Telepon                : 0815-4681-4843

                            II.            Riwayat Perusahaan
Bebek Setan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan (bebek, ayam, puyuh) yang dibentuk pada tahun 2010 oleh Ibu Yani sebagai pemilik di kawasan Harapan Indah Bekasi. Lalu pada tahun 2015 Ibu Yani membuka cabang ke-dua yang berlokasikan di Jalan Nangka Raya, Kranji, Bekasi Barat.

                         III.            Visi dan Misi Perusahaan
1.      VISI
Dengan berlandaskan iman dan takwa BEBEK SETAN menjadi salah satu perusahaan yang paling maju, produktif, dan berkompetitif di Indonesia.

2.      MISI
a.       Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan kompeten serta memiliki imtaq dan iptek yang kuat.
b.      Memuaskan konsumen.
c.       Menjadi perusahaan yang terdepan dibidangnya.
d.      Memperluas lapangan kerja untuk memakmurkan mahasiswa dan masyarakat sekitar tempat produksi pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

                         IV.            Struktur Organisasi
 


 

                               V.            Lingkup kegiatan Perusahaan
Rumah Makan BEBEK SETAN mulai beroperasi dari jam 11.00 – 21.00 WIB. Buka setiap hari dan dilakukan briefing dua kali, yaitu pada jam 10.00 dan 22.00 WIB yang dipimpin oleh supervisor dan melaporkan aktifitas yang terjadi dan mempersiapkan aktifitas berikutnya kepada pimpinan.
Untuk mendukung pelayanan yang berkualitas, perusahaan melakukan pengelolaan terhadap karyawan dengan menempatkan posisi jabatan sesuai dengan keahliannya. Setiap karyawan memiliki gaji pokok yang berbeda-beda sesuai dengan jenis jabatan dan pekerjaannya. Akan tetapi pada dasarnya para karyawan mendapatkan insentif yang sama yaitu gaji, bonus jika target perusahaan tercapai dan THR (Tunjangan Hari Raya). Pengelolaan terhadap karyawan terus dilakukan oleh perusahaan dengan upaya untuk bias menciptakan pelayanan yang berkualitas.


2.2  LINGKUNGAN INDUSTRI
Di Bekasi jenis usaha dibidang makanan meniliki peluang yang menjanjikan, karena makanan adalah kebutuhan primer manusia, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah tenaga kerja sekitar kurang lebih 500 orang dan penduduk disekitarnya. Oleh Karena itu kami bertekad mengembangkan usaha makanan ini Karena ditunjang dari banyaknya peluang dalam mengembangkan jenis usaha ini.

2.3  PASAR YANG DITUJU
Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha yang sama, memang sudah cukup banyak. Tetapi, kami menyiasatinya dengan inovasi berbeda dari produk-produk sejenis yang sudah ada. Yaitu, dengan inovasi rasa yang sangat pedas, harga yang ekonomis, dan yang paling penting sehat dan higenis. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki mampu bersaing dan laku dipasaran. Sasaran usaha ini adalah masyarakat di daerah sekitar Bekasi baik kalangan pekerja, mahasiswa, pelajar maupun masyarakat umum.

2.4  PESAING
Rumah makan BEBEK SETAN memiliki beberapa ancaman dalam hal pesaing, diantaranya :
1.      Munculnya berbagai rumah makan dengan nama yang lebih menarik dan makanan yang unik. Itu merupakan pesaing rumah makan ini, karena konsumen bias jadi memilih produk lain karena nama yang membuat konsumen penasaran dan suka.
2.      Ada rumah makan lain yang menciptakan menu makanan yang serupa dengan menu rumah makan kami dan memberikan harga yang lebih murah dari rumah makan kami.
3.      Kejenuhan, kebosanan terhadap produk kami dapat membuat rumah makan kami menjadi sepi pelanggan.
4.      Munculnya rumah makan yang memakai bahan utama bebek tetapi dengan menggunakan rasa menu yang lebih bermacam-macam.




2.5  KEUANGAN
Perhitungan omzet per hari
Omzet satu hari 160 porsi bebek @ Rp. 24.000                              Rp.  3. 840.000
Omzet satu hari 105 porsi ayam @ Rp. 19.000                                Rp.  1. 995.000
Omzet satu hari 35 porsi burung puyuh @ Rp. 18.000                      Rp.      630.000   +
                                                                                                        Rp.  6. 465.000

Biaya operasional per hari                                                                 Rp.  4. 750.000    -
Keuntungan per hari                                                                          Rp. 1. 715.000                                                                                                                                               

Perhitungan omzet per bulan
Omzet satu hari 160 porsi bebek @ Rp. 24.000                                Rp. 115.200.000
Omzet satu hari 105 porsi ayam @ Rp. 19.000                                 Rp.   59.850.000
Omzet satu hari 35 porsi burung puyuh @ Rp. 18.000                       Rp. 18.900.000   +     
                                                                                     Rp. 193.950.000        

Biaya operasional per bulan                                                                Rp. 142.500.000   -
Keuntungan per bulan                                                                         Rp.      51.450.000


2.6  BUDAYA ORGANISASI
Menurut Gareth R. Jones dalam buku Pengantar Bisnis Moder Abad 21 (Darsono: 2016 hal 174) Budaya Organisasi adalah suatu bentuk acuan interaksi para anggota organisasi dan bentuk acuan interaksi dengan pihak luar. Bentuk acuan itu adalah nilai, norma-norma, dan aturan-aturan sebagai dasar para anggota untuk berfikir dan berperilaku. Hakikatnya budaya organisasi adalah alat untuk menafsirkan dan mereaksi kondisi objektif, dan budaya organisasi dapat dijadikan sumber tenaga keunggulan kompetitif.
Dalam rumah makan BEBEK SETAN budaya organisasi dapat terlihat dari peraturan-peraturan yang telah ditetapkan di tempat ini, diantaranya sebagai berikut :
·         Para karyawan harus menggunakan seragam yang telah disediakan.
·         Kedisiplinan untuk para karyawan agar tidak datang terlambat.
·         Sopan dan ramah dalam berperilaku terhadap konsumen.
·         Mengharuskan para karyawan agar taat beribadah walaupun dalam jam bekerja.
·         Jujur dalam melayani konsumen.
·         Para karyawan harus selalu menjaga kerapihan dan kebersihan di lingkungan kerja.
·         Responsive dalam menghadapi para konsumen.

2.7  Kendala mewujudkan kinerja bisnis
Pencapaian tujuan etika bisnis masih berhadapan dengan beberapa masalah dan kendala. Beberapa kendala tersebut yaitu :
1.      Standar moral para pelaku bisnis pada umumnya masih lemah.
Banyak diantara pelaku bisnis yang lebih suka menempuh jalan pintas, bahkan menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan dengan mengabaikan etika bisnis, seperti memalsukan campuran, timbangan, ukuran, menjual barang yang kadaluarsa, dan memanipulasi laporan keuangan.
2.      Banyak perusahaan yang mengalami konflik kepentingan.
Konflik kepentingan ini muncul karena adanya ketidaksesuaian antara nilai pribadi yang dianutnya atau antara peraturan yang berlaku dengan tujuan yang hendak dicapainya, atau konflik antara nilai pribadi yang dianutnya dengan praktik bisnis yang dilakukan oleh sebagian besar perusahaan lainnya, atau antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan masyarakat. Orang-orang yang kurang teguh standar moralnya bisa jadi akan gagal karena mereka mengejar tujuan dengan mengabaikan peraturan.
3.      Lemahnya penegakan hukum.
Banyak orang yang sudah divonis bersalah di pengadilan bias bebas berkeliaran dan tetap memangku jabatannya di pemerintahan. Kondisi ini mempersulit upaya untuk memotivasi pelaku bisnis menegakkan norma-norma etika.



2.8  Rumah Makan Bebek Setan
 




  








BAB III
PENUTUP


3.1  Kesimpulan
Bebek setan merupakan salah satu kuliner yang dikenal luas masyarakat khususnya Bekasi dan mereka merupakan salah satu rumah makan bebek yang ramai di Bekasi. Bebek setan sendiri mengajak pelanggan untuk tidak hanya dating sekali atau dua kali, namun mereka datang berkali-kali dan itu terbukti dengan banyaknya pelanggan merasa puas untuk datang ke rumah makan ini.
Faktor-faktor yang terpenting mengapa para konsumen memilih makan di bebek setan dari pada tempat yang lain adalah karena rasa dari bebek setan ini sangat pedas dan enak dengan harga yang ekonomis. Serta pelayanan yang responsive dan ramah sehingga membuat konsumen merasa puas dan tertarik untuk selalu datang ke rumah makan ini.



BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

Darsono Prawironegoro. 2016. Pengantar Bisnis Modern abad 21. Jakarta: Mitrawacana Media.
Kreitner,  Robert,  Angelo  Kinicki.  2005. Perilaku  Organisasi.  Jakarta  :  Salemba Empat.